Polresta Malang Kota

Polsek Kedungkandang berhasil tangkap pengedar SS dengan paket hemat

Humasmakota- Kamis (19/4) unit reskrim Polsek Kedungkandang berhasil ungkap tsk di duga pengedar paket haram dengan harga hemat.

Informasi yang di dapat dari masyarakat mengenai adanya harga shabu yang super hemat memang benar adanya, unit reskrim polsek kedungkandang dengan adanya informasi tersebut langsung melakukan pemantauan dan penyelidikan.

“BN” (39) warga Jl Kertosentono, Kelurahan Ketawang Gede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan ponakannya yakni “AS” (31) warga Jl Balean Barat, Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang, hingga Kamis (26/4/2018) siang, sudah mendekam di balik jeruji besi Polres Malang Kota. Sebelumnya, keduanya ditangkap petugas Polsekta Kedungkandang di kawasan Jl Kertosentono terkait kasus narkoba jenis SS (Shabu-Shabu).

Barang Bukti (BB) yang diamankan dari pelaku berupa 6 Paket plastik kecil berisikan serbuk putih diduga Shabu, Seperangkat Alat Hisap Shabu (BONG), Dompet dan Hanphone Oppo Warna Putih. Sedangkan dari tangan Agus berupa 1 poket SS seberat 1/2 gram.

Informasi menyebutkan bahwa Pelaku adalah resedivis yang 4 kali ini masuk bui. Tahun 1999 dia ditangkap kasus penganiayaan dan menjalani hukuman selama 10 bulan. Tahun 2010 kembali ditangkap petugas terkait kasus penganiayaan dan dipenjara 1 tahun 1 bulan.

Tahun 2015 dia kembali ditangkap petugas terkait kasus penjualan Pil LL dihukum 2 tahun dan baru bebas September 2017. Sedangkan kali ini dia dutangkap terkait kasus narkiba jenis SS. Penangkapan ini bermula saat saat pelaku “BN” dan ponakannya hendak pesta SS.

Namun saat pelaku sedang menyiapkan alat hisap, segera saja ditangkap oleh petugas Polsekta Kedungkandang. Saat digeledah akhirnya ditemukan 6 poket SS ukuran kecil di dompet milik Budi. Sedangkan Agus kedapatan 1 poket SS.

Kepada petugas, pelaku mengaku membeli SS dari salah satu kenalannya dengan sebutan nama “A” yang kini mendekam di LP Lowokwaru. Pemesanannya melalui ponsel yakni 1/2 gram seharga Rp 650 ribu. Setelah transaksi deal, kemudian menaruh uang di belakang patung robot di kawasan Rampal. Selanjutnya SS dikirim melalui sistem ranjau dekat rel KA samping RS Lavalette.

SS rersebut kemudian di jadikan menjadi 6 poket yang rencananya akan dijual seharga Rp 150 ribu perpoketnya. Sedangkan Agus juga membeli SS kepada napi dengan sebutan “A”. Yakni dengan pelantara “BN” yang memesan. Kini petugas masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap jaringan lainnya.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH melalui Kapolsekta Kedungkandang Kompol Suko Wahyudi SH mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk membrantas predaran narkoba di Kota Malang. “Kedua tersangka berinisial BN dan AS. Meteka kami tangkap karena kasus narkoba. Poketan kecil SS tersebut oleh tersangka BN rencananya akan diedarkan di Kota Malang,” ujar Kompol Suko. (gie/yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *