Polresta Mengamankan Pelaku Vandalisme Anarko di Kota Malang

Polresta Malang Kota merilis tiga pelaku vandalisme anarko di Kota Malang. Tiga pelaku tersebut yakni  Alfian (20), warga Dusun Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis; Ridho (20), buruh harian lepas, warga Dusun Krajan, Kecamatan Watugede, Kecamatan Singosari; dan Fitron (22), warga Dukuh Tengah, Buduran. Sidoarjo.

Ketiganya ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik setelah menjalani pemeriksaan. Termasuk pemeriksaan tujuh saksi dan tiga saksi ahli yang memperkuat status ketiga pelaku.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan peran masing-masing pelaku. Peran Alfian yakni membeli bahan pokok dan melakukan aksi corat-coret di beberapa titik. Kemudian  Ridho berinisiatif melakukan pencoretan. Sementara Fitron berperan sebagai orang yang mengawasi saat melakukan pencoretan.

“Modusnya, dengan menggunakan pilok warna hitam, para pelaku mencari tempat yang sepi dan cocok untuk melakukan pencoretan atau tulisan yang berbau provokasi,” ujar kapolresta.

Para pelaku ini menyasar beberapa lokasi untuk melakukan aksinya. Mereka melakukan aksinya tengah malam, mulai pukul 00.00 sampai pukul 04.00 WIB.

Beberapa lokasi yang menjadi lokasi vandalisme pelaku adalah kawasan Jalan Panji Suroso, Jalan LA Sucipto, pertigaan Jalan Tenaga, Jalan A. Yani Utara, Jalan Jaksa Agung Suprapto, dan kawasan underpass Karanglo di Singosari, Kabupaten Malang.

“Ya selalu mencari tempat sepi dan cocok untuk melakukan pencoretan dan tulisan berbau provokasi. Dari tangan pelaku ini, diamankan 3 buah HP, 3 buah helm, satu unit motor, sket tulisan, sepatu, 1 pilok, dan dokumentasi tulisan,” ungkap Leonardus.

Motif para pelaku ini melakukan aksi vandalisme anarko adalah mereka merasa tidak terima dan memprovokasi masyarakat untuk melawan kaum kapitalisme yang dinilai merugikan. 

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam Pasal 14-15 UU RI No 1 Tahun 1946 dan atau Pasal 160 KUH Pidana dengan ancaman 10 tahun.