Polresta Malang Kota

Kasubbag Humas, Ibu Wajib Melek Informasi untuk Tangkal Hoax

Polresta Malang Kota, Sabtu (21/12/2019) Kasubag Humas Polresta Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni bersama Dosen Psikolog Universitas Brawijaya Malang Ibu Yumei Astutik dan pembina komunitas preman super ibu Peni Budi Astuti bersama ikuti Talk Show Ijen Talk bersama City Guide.

Di era milenial dengan derasnya arus informasi, para ibu harus lebih bijak dalam memakai media sosial. hal ini dilakukan, agar para ibu tidak terjerat kasus hukum, dan menyebarkan informasi yang salah, Kata Polwan Yang menjabat sebagai Kasubbag humas di polresta Malang Kota.

Marhaeni juga bilang, sebelum menyebarkan suatu informasi yang didapat dari media sosial, para ibu bisa mengecek terlebih dulu fakta dan kebenaran suatu informasi.

Sementara, pembina komunitas preman super – Peni Budi Astuti bilang, di era serba teknologi, para ibu harus bisa mengedukasi diri sendiri dan anak di lingkup keluarga, dan terus berkolaborasi untuk melek perkembangan teknologi.

Dalam talkshow Idjen talk radio City guide, Psikolog Yumei Astutik menyampaikan kepada para pendengar radio city guide bahwa peran ibu di era digital seperti ini semakin besar, apalagi tantangan kemajuan zaman juga menuntut ibu terus melakukan perubahan.

Kata Yumei, peran ibu ini tidak bisa digantikan teknologi, dan dari sisi mendidik generasi muda, ibu juga harus melek teknologi ini.

Menanggapi itu, Kasubbag Humas Polresta Malang Kota Ipda Marhaeni yang akrab disapa Uti, dengan berkembangnya teknologi, keterbukaan informasi juga berkembang pesat kita sebagai Ibu wajib selalu menyeleksi informasi dan banyak literasi untuk ilmu pengatuan bagi seorang ibu yang milenial.

Kata Heni, Para ibu bisa menjadi filter informasi yang diterima anak anaknya, mana informasi positif dan negatifnya, supaya generasi muda juga mendapatkan edukasi teknologi yang baik.