Polresta Malang Kota

Kapolresta Malang Kota Akan Tindak Tegas Penyebar Hoax Isu Karantina

Polresta Malang Kota – Masyarakat Kota Malang dihebohkan dengan sebuah pesan berantai yang beredar melalui grup WhatsApp, Minggu (13/12).

Dalam pesan berantai tersebut, dituliskan Kapolresta memberikan imbauan kepada warga untuk tidak memasuki wilayah Kota Malang dalam jangka waktu tertentu. Sebab, wilayah Kota Malang akan dikarantina lantaran memasuki zona hitam.

“Pemberitahuan Buat Saudara2 smua..Untk Bsok mulai Tgl 15-25 Desember jangan Berpergian Dlu ke Kota Malang…Himbauan Bpk Kapolresta Malang …Siapapun yg Bukan Orang Malang..klo Ada yg Masuk Ke kota Akan Dikarantina selama 14 hri. Krn Malang masuk Zona Hitam skrg. Mohon disebarkan Ke Tetangga dn Saudara2 Anda..atau Tmn2 terdekat Di grup Anda,” isi pesan yang beredar.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menegaskan, kabar yang beredar adalah tidak benar alias hoax.

“Itu hoax. Sekali lagi, saya bilang, itu hoax. Saya tidak pernah membuat imbauan seperti itu, apalagi mengatakan Kota Malang masuk zona hitam, itu hoax,” tegas dia, Senin (14/12).

Pada kesempatan tersebut, Leo menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada penyebar kabar hoax tersebut.

“Siapapun yang menyebarkan hoax itu, akan kami proses. Saya tidak mau berandai-andai, tunggu saja, akan diproses,” pungkas dia.

Untuk diketahui, sampai saat ini, Kota Malang masih berada di zona oranye. Hingga Minggu (13/12), tercatat ada tambahan sebanyak 124 orang. Sehingga, jumlahnya menjadi 2.648 orang sejak bulan Maret 2020 lalu.

Sementara, rinciannya, ada tambahan lima pasien meninggal dunia dan jumlahnya menjadi 259 orang. Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah sebanyak 57 orang dan jumlahnya menjadi 2.214 orang.

Sedangkan jumlah pasien dalam pantauan jumlahnya bertambah menjadi 62 orang dan jumlahnya menjadi 175 orang.(nda/lna)