ANTISIPASI PAHAM RADIKAL DAN POLITISASI MASJID

MALANG KOTA-Pada senin (11/06) di Auditotium lantai 2 Masjid Sabilillah Malang, Kapolres Malang kota menyampaikan tentang radikalisme dan terorisme yang terkait dengan pilkada. Pada kegiatan yang berhubungan dengan masjid peran para takmir masjid sangat berpengaruh untuk dapat menjaga dan membentengi masing-masing masjid agar tidak disalah gunakan untuk ajang politik.

Berkaitan dengan hal tersebut Dewan Masjid Indonesia Malang (DMIM) menggelar Deklarasi anti politisasi masjid dan mengembalikan peran dan fungsi masjid. Adapun isi dari deklarasi tersebut :
Pertama menjaga peran dan fungsi masjid sebagai tempat ibadah kepada Allah SWT, pusat gerakan dakwah, pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan lainnya.
Kedua menyerukan kepada umat Islam untuk turut serta terlibat aktif dalam menjaga dan memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah dan tempat penyampaian ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.
Ketiga Senantiasa menjaga suasana umat yang kondusif, harmonis dan serta menghargai perbedaan yang ada agar tercipta kehidupan yang Islami, penuh ukhuwah dan damai.
Keempat menolak segala bentuk ceramah provokatif dan kegiatan lainnya yang ditujukan untuk kepentingan politik praktis tertentu
Kelima menolak segala bentuk penyebaran ajaran dan faham radikal yang merusak sendi sendi perdamaian di masyarakat dan bertujuan menggantikan Ideologi Pancasila. NKRI dengan Pancasila adalah final.
Keenam menjaga persatuan dan kesatuan untuk keutuhan masyarakat kota Malang yang cerdas, modern dan religius serta Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafuur.
Dengan adanya kejadian tersebut sangat lenting sekali sebab ada beberapa kegiatan yang mengarah pada gerakan radikal dan provokatif.

“Kepolisian Resort Malang Kota akan siapkan 300 personil untuk mengamankan lebaran yang juga bertepatan dengan pilkada serentak.Sudah disiapkan pos pengawasan keamanan dan patroli ke daerah-daerah ramai yang rawan dengan pencurian seperti pasar, mall dan tempat wisata untuk mengantisipasi adanya pelaku kejahatan lainnya.
Tak lupa pula personil juga mengamankan arus mudik yang mana sejauh ini masih terpantau aman dan lancar karena sebagian masyarakat telah melakukan mudik jauh-jauh hari.
Hari H lebaran dan H+1 lebaran dimungkinkan akan terjadi kemacetan diwilayah Kota Malang Khususnya daerah perbatasan.” Ujar Kapolres Malang Kota.
Pengamanan akan diperketat untuk mengantisipasi adanya tindakan radikalisme, terorisme dan pelaku kejahatan lainnya sehingga keresahan masyarakat dapat berkurang dan merasa aman.(Alice)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *